Produk Anorganik Pengelolaan Lingkungan

 

Produk Anorganik adalah berupa bahan kimia yang biasa digunakan dalam pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), berfungsi dalam proses flokulasi dan koagulasi.

Koagulasi adalah proses menggumpalkan partikel-partikel koloid menjadi partikel-partikel kecil (fine flocs) dengan penambahan bahan kimia (Koagulan).

Flokulasi adalah proses menggumpalkan partikel-partikel kecil (fine flocs) menjadi gumpalan (flocs) yang cukup besar dan mudah untuk mengendap dengan penambahan bahan kimia (Flokulan).


Beberapa koagulan yang dimiliki Karya Mandiri diantaranya:

  Koagulan

  Keterangan

 

  Alum (Tawas)

  Al2(SO4)3 nH2O

  • Bentuk: padatan (bubuk) dan cairan.
  • Kemurnian: padatan 37 %, cairan 8 %.
  • Kelarutan: > 65 %.
  • Bekerja pada rentang pH antara 5 - 7.
  • Bersifat asam yang akan menurunkan pH air limbah.
  • Endapan sedikit.
  • Dalam bentuk cairan berbahaya.
  • Dosis yang umum digunakan antara 200 - 1500 ppm

 

  PAC

  (polialuminium klorida)

  {AL2(OH)n Cl6-n}m

  • Termasuk jenis Polimer Anorganik.
  • Bentuk: padatan (bubuk) dan cairan.
  • Kemurnian: > 98 %.
  • Kelarutan: tinggi.
  • Endapan sangat sedikit.
  • Bekerja pada rentang pH antara 6 - 9.
  • Tidak terlalu menurunkan pH air limbah.
  • Dosis yang umum digunakan antara 100 - 1000 ppm

 

  Besi Klorida

  FeCl3

  • Bentuk: padatan dan cairan.
  • Kemurnian: padatan kering 96 %, granular 60 %, cairan 35 %.
  • Kelarutan: > 70 %.
  • Rentang pH 5 - 11 sering dibarengi dengan penambahan kapur.
  • Bersifat asam yang akan menurunkan pH air limbah.
  • Endapan lebih banyak dan selalu meninggalkan noda coklat.
  • Dalam bentuk apapun korosif dan berbahaya.
  • Sangat menyerap air.

 

  Besi Sulfat

  FeSO4

  • Agak mahal dan mudah didapat.
  • Bentuk: padatan dan cairan.
  • Bekerja pada rentang pH antara 10 - 11


Beberapa Flokulan yang dimiliki Karya Mandiri diantaranya:

  Flokulan

  Keterangan

 

  Polimer

  • Terdiri dari beberapa jenis:
  1. Polimer kationik, bermuatan positif, seperti Poliakrilamid acid, Poliamin, Poli DADM.
  2. Polimer anionik, bermuatan negatif, seperti Poliakrilik. Umumnya untuk pH basa.
  3. Polimer nonionik, tidak bermuatan, seperti Polikrilamid, polyethylene. Umumnya untuk pH netral.
  • Bentuk: padatan (bubuk), cairan emulsi, cairan kental (Mannich), cairan biasa.
  • Kemurnian: tinggi.
  • Kelarutan: tinggi.
  • Endapan sangat sedikit.
  • Dosis rendah antara 1 - 3 ppm





Organik

Customer List Used Product

Company Services

Soft Loan